Gunungkidul, DIY — Suasana hangat menyelimuti lingkungan Masjid Al Ikhsan di Padukuhan Kedungpoh Kulon, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, saat Program Bakti LSM PENJARA 1 Tahun 2025 kembali menyapa masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Pada Sabtu, 28 Juni 2025, masjid yang berdiri teduh di tengah pemukiman warga ini menjadi titik kedua dari total 27 lokasi ibadah yang menerima bantuan dalam kegiatan serentak pada 11 Kapanewon di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Masjid Al Ikhsan memiliki sejarah panjang sebagai pusat kehidupan spiritual warga. Menurut pengurus sepuh, Mbah Haji Suwarjo (Suwarjo Widya Pranoto), masjid ini mulai dibangun sejak 1980-an berangkat dari kebutuhan masyarakat muslim setempat untuk memiliki tempat ibadah yang layak. “Masyarakat disini 100 persen muslim, dan kami merasa harus ada masjid untuk tempat ibadah bersama,” ujar Mbah Suwarjo.
Masjid ini berdiri di atas tanah miliknya yang berada di jantung kampung, dan pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh warga tanpa bantuan dari pihak luar. “Semua urunan, swadaya masyarakat sendiri, karena waktu itu niatnya untuk dipakai bersama,” imbuhnya. Sejak awal berdiri, Masjid Al Ikhsan juga telah mengelola TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak setiap generasi.
Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79 menghadirkan babak baru bagi masjid ini. Kapolsek Nglipar, AKP Larso, S.H., M.M., hadir langsung bersama jajaran Polsek Nglipar untuk menyerahkan bantuan berupa Mushaf Al-Qur’an, bantuan bagi marbot, serta sarana penunjang ibadah (mesin pompa air). Kehadiran aparat kepolisian bersama relawan LSM PENJARA 1 disambut penuh syukur oleh jamaah dan takmir.
Mbah Suwarjo menyampaikan harapan agar fasilitas masjid dapat semakin berkembang, terutama untuk kegiatan anak-anak dan pengajian umum yang sudah tidak lagi tertampung. “Kalau Allah mengizinkan, kami ingin perluasan. Jumlah jamaah kadang tidak muat,” tuturnya.
Program Bakti LSM PENJARA 1 Tahun 2025 ini merupakan bagian dari pelaksanaan serentak yang menjangkau 27 titik mushala dan masjid di 11 kapanewon wilayah Gunungkidul. Kolaborasi LSM PENJARA 1 dan Kepolisian Negara Republik Indonesia mencerminkan semangat Hari Bhayangkara ke-79, yang menegaskan peran Polri sebagai sahabat masyarakat dan mitra dalam pengabdian sosial-keagamaan.
Ketua Umum LSM PENJARA 1, Teuku Z. Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengabdian nyata, bukan sekadar seremoni tahunan. “Ketika marbot dihargai, ketika Mushaf Al-Qur’an sampai ke tangan umat, dan ketika sarana ibadah diperkuat, di situlah wajah negara hadir menyapa rakyatnya,” tegas Arifin.
Penyerahan bantuan di Masjid Al Ikhsan menambah rangkaian panjang aksi sosial-keagamaan yang dilakukan LSM PENJARA 1 bersama jajaran Polri. Di tengah kesederhanaan suasana pedesaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai pengabdian, keikhlasan, dan kebersamaan selalu hidup melalui langkah-langkah nyata yang menyentuh kehidupan umat.
Dari rumah ibadah di Kedungpoh Kulon hingga 27 titik lainnya di penjuru Gunungkidul, program ini membuktikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan melalui kerja bersama, ketika aparat dan masyarakat berdiri berdampingan, menebar manfaat serta, memperkuat kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Dari Bhayangkara, untuk mereka yang tak pernah meninggalkan doa.
