{"id":300,"date":"2025-03-08T19:09:53","date_gmt":"2025-03-08T12:09:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/?p=300"},"modified":"2025-03-08T19:09:55","modified_gmt":"2025-03-08T12:09:55","slug":"lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/","title":{"rendered":"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 8 Maret 2025<\/strong>&nbsp;\u2013 Dugaan korupsi besar yang terjadi di PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin menyeruak ke publik. Berdasarkan temuan terbaru, negara diduga mengalami kerugian hingga&nbsp;<strong>Rp8,3 Triliun<\/strong>, yang sebagian besar berasal dari manipulasi laporan keuangan serta adanya rekening yang tidak dilaporkan dalam neraca perusahaan\u200b.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum LSM PENJARA 1,&nbsp;<strong>Teuku Z. Arifin<\/strong>, dengan tegas menyatakan bahwa kasus ini adalah&nbsp;<strong>bentuk nyata dari kejahatan korporasi yang harus diusut hingga tuntas<\/strong>. \u201cIni bukan sekadar kesalahan administratif atau kekeliruan akuntansi, tetapi&nbsp;<strong>kejahatan keuangan<\/strong>&nbsp;yang berpotensi melanggar&nbsp;<strong>Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi<\/strong>. Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam memanipulasi laporan keuangan, maka pelaku dapat dijerat dengan&nbsp;<strong>Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi<\/strong>, yang mengancam hukuman&nbsp;<strong>seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan denda hingga Rp1 miliar<\/strong>,\u201d ujar Arifin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam laporan yang diungkap oleh&nbsp;<strong>Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah<\/strong>, ditemukan adanya&nbsp;<strong>rekening yang tidak disajikan dalam laporan keuangan perusahaan senilai hampir Rp8 triliun<\/strong>, yang seharusnya tercatat sebagai aset perusahaan\u200b. Selain itu, ada dugaan bahwa laporan keuangan Pupuk Indonesia telah dimanipulasi untuk menutupi transaksi keuangan yang mencurigakan\u200b.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia,\u00a0<strong>Wijaya Laksana<\/strong>, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa\u00a0laporan keuangan telah diaudit oleh kantor akuntan publik independen serta telah diperiksa oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)\u200b. <strong>Namun, pernyataan ini tidak serta-merta membebaskan perusahaan dari investigasi lebih lanjut.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita tidak bisa menerima alasan \u2018laporan telah diaudit\u2019 sebagai pembenaran tanpa adanya penyelidikan lebih lanjut. Kasus-kasus seperti ini seringkali melibatkan&nbsp;<strong>kerjasama antara pejabat internal dan pihak eksternal<\/strong>&nbsp;untuk menutupi jejak korupsi. Oleh karena itu, harus dilakukan audit forensik yang lebih mendalam,\u201d tegas Arifin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sanksi Hukum yang Mengancam Pejabat PT Pupuk Indonesia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>LSM PENJARA 1 menyoroti bahwa kasus ini dapat dikategorikan sebagai&nbsp;<strong>tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara<\/strong>. Jika terbukti adanya niat jahat untuk menggelapkan dana perusahaan yang seharusnya dikelola untuk kepentingan negara, maka selain&nbsp;<strong>Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor<\/strong>, pejabat yang terlibat juga bisa dijerat dengan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pasal 9 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN<\/strong>, yang menegaskan bahwa direksi perusahaan milik negara wajib bertindak berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Jika terjadi penyimpangan, direksi dapat diberhentikan dan dituntut secara pidana.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pasal 372 KUHP (Penggelapan) dan Pasal 378 KUHP (Penipuan)<\/strong>, dengan ancaman hukuman\u00a0<strong>4 hingga 6 tahun penjara<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika ditemukan adanya kolusi dengan auditor independen atau pejabat OJK\/BPK, maka kasus ini bisa diperluas ke\u00a0<strong>Pasal 55 KUHP<\/strong>\u00a0tentang\u00a0<strong>turut serta dalam tindak pidana<\/strong>, sehingga lebih banyak pihak bisa dituntut secara hukum.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Solusi dan Harapan LSM PENJARA 1<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Arifin menegaskan bahwa&nbsp;<strong>kasus ini harus menjadi momentum perbaikan tata kelola perusahaan BUMN<\/strong>&nbsp;agar tidak lagi menjadi ladang bancakan korupsi. LSM PENJARA 1 mengusulkan beberapa langkah solutif:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Audit Forensik Independen<\/strong>\u00a0\u2013 Kejaksaan Agung harus menggandeng\u00a0<strong>lembaga audit forensik internasional<\/strong>\u00a0untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan korupsi ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reformasi Tata Kelola BUMN<\/strong>\u00a0\u2013 Pemerintah harus segera\u00a0<strong>memperketat pengawasan keuangan BUMN<\/strong>, termasuk dengan membentuk\u00a0<strong>tim khusus di bawah KPK<\/strong>\u00a0untuk mengawasi transaksi keuangan perusahaan pelat merah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemiskinan Koruptor<\/strong>\u00a0\u2013 Jika terbukti bersalah, para pelaku harus diberikan hukuman tambahan berupa\u00a0<strong>penyitaan aset dan pemiskinan total<\/strong>, sebagaimana diatur dalam\u00a0<strong>UU Tipikor Pasal 18 ayat (1) huruf b<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Partisipasi Masyarakat<\/strong>\u00a0\u2013 LSM PENJARA 1 mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan dana negara, serta melaporkan indikasi penyimpangan kepada APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah) atau langsung ke KPK.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>\u201cKami tidak akan berhenti di sini.&nbsp;<strong>LSM PENJARA 1 akan terus mengawal kasus ini<\/strong>&nbsp;dan mendesak Kejaksaan Agung untuk&nbsp;<strong>mengusut semua pejabat yang terlibat<\/strong>, tanpa pandang bulu.&nbsp;<strong>Jangan sampai kejahatan sebesar ini hanya berakhir dengan hukuman ringan atau sekadar pengembalian dana<\/strong>,\u201d pungkas Arifin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 8 Maret 2025&nbsp;\u2013 Dugaan korupsi besar yang terjadi di PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin menyeruak ke publik. Berdasarkan temuan terbaru, negara diduga mengalami kerugian hingga&nbsp;Rp8,3 Triliun, yang sebagian besar berasal dari manipulasi laporan keuangan serta adanya rekening yang tidak dilaporkan dalam neraca perusahaan\u200b. Ketua Umum LSM PENJARA 1,&nbsp;Teuku Z. Arifin, dengan tegas menyatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, 8 Maret 2025&nbsp;\u2013 Dugaan korupsi besar yang terjadi di PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin menyeruak ke publik. Berdasarkan temuan terbaru, negara diduga mengalami kerugian hingga&nbsp;Rp8,3 Triliun, yang sebagian besar berasal dari manipulasi laporan keuangan serta adanya rekening yang tidak dilaporkan dalam neraca perusahaan\u200b. Ketua Umum LSM PENJARA 1,&nbsp;Teuku Z. Arifin, dengan tegas menyatakan bahwa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LSM PENJARA 1 NEWS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-08T12:09:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-08T12:09:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1488\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1909\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin (Humas)\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin (Humas)\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/\",\"name\":\"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-08T12:09:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-08T12:09:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/850c8ce4daf778c201797e1b7ca3e7ee\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg\",\"width\":1488,\"height\":1909},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/\",\"name\":\"LSM PENJARA 1 NEWS\",\"description\":\"Menyingkap Fakta dan Membangun Keadilan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/850c8ce4daf778c201797e1b7ca3e7ee\",\"name\":\"Admin (Humas)\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa29226dd5f189457852ef09abc199f6cc428069b0b7c0c5027a1ff3e00e6560?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa29226dd5f189457852ef09abc199f6cc428069b0b7c0c5027a1ff3e00e6560?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin (Humas)\"},\"description\":\"\\\"Menyingkap Fakta, Membangun Keadilan\\\"\",\"url\":\"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/author\/pemred\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS","og_description":"Jakarta, 8 Maret 2025&nbsp;\u2013 Dugaan korupsi besar yang terjadi di PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin menyeruak ke publik. Berdasarkan temuan terbaru, negara diduga mengalami kerugian hingga&nbsp;Rp8,3 Triliun, yang sebagian besar berasal dari manipulasi laporan keuangan serta adanya rekening yang tidak dilaporkan dalam neraca perusahaan\u200b. Ketua Umum LSM PENJARA 1,&nbsp;Teuku Z. Arifin, dengan tegas menyatakan bahwa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/","og_site_name":"LSM PENJARA 1 NEWS","article_published_time":"2025-03-08T12:09:53+00:00","article_modified_time":"2025-03-08T12:09:55+00:00","og_image":[{"width":1488,"height":1909,"url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin (Humas)","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin (Humas)","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/","url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/","name":"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia - LSM PENJARA 1 NEWS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg","datePublished":"2025-03-08T12:09:53+00:00","dateModified":"2025-03-08T12:09:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/850c8ce4daf778c201797e1b7ca3e7ee"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg","contentUrl":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/TZA-for-News-Pic-1-rotated.jpg","width":1488,"height":1909},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/lsm-penjara-1-desak-penegakan-hukum-serius-atas-dugaan-korupsi-rp83-triliun-di-bumn-pt-pupuk-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"LSM PENJARA 1 Desak Penegakan Hukum Serius atas Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di BUMN PT Pupuk Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#website","url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/","name":"LSM PENJARA 1 NEWS","description":"Menyingkap Fakta dan Membangun Keadilan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/850c8ce4daf778c201797e1b7ca3e7ee","name":"Admin (Humas)","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa29226dd5f189457852ef09abc199f6cc428069b0b7c0c5027a1ff3e00e6560?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa29226dd5f189457852ef09abc199f6cc428069b0b7c0c5027a1ff3e00e6560?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin (Humas)"},"description":"\"Menyingkap Fakta, Membangun Keadilan\"","url":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/author\/pemred\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":302,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300\/revisions\/302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsmpenjara1.or.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}